Sabtu, 03 Agustus 2019

Hey Mentari

Hey Mentari
aku jarang menuturkanmu dalam ucapku tentang terangmu
aku jarang memujimu
Tak sesering seperti aku melantunkan senja dalam hariku

Hey Mentari
kau adalah yang paling indah melukiskan cerita
kau adalah bahagia, syukur ditemani cahayamu
kau menguatkan aku dari air mata yang mudah jatuh
dibalik terangmu, kau memberi manfaat untuk langkah yang tak berarah
untuk warna yang selalu semakin indah

Hey Mentari
aku melupakan tentang banyak hal yang patut ku syukuri
seharusnya aku membingkai terangmu lebih indah dari senja
tapi aku bodoh selalu berharap pada senja agar ia indah dalam menutup hari
padahal hadirmulah yang memberi banyak makna pada rasa bahagia dan perih dihatiku

Hey Mentari
senja adalah sisi lain dari lelahmu
tapi mentari esok ketika dingin sudah merasuk tulang kau hadir memberi kehangatan
kau ada utk menemani jalan yg tak pernah mulus
terus menemani dan kadang hujan merenggut sinarmu tanpa mengucap apapun
bolehkan aku menatapmu
bolehkan aku selalu bersyukur bahkan di ketiadaan