Minggu, 13 April 2014

Disaat detik berhenti


Sesaat lalu masih seperti dentungan jam berbunyi.
Sesaat lalu kau masih tersenyum ramah padaku,
Disaat semakin jauh aku menyelami sudut hatimu semakin kau jauhi semua yang aku tunjukkan padamu.
Secukup itu pula rasa dihatimu mau menerima
Ntah itu dapat aku mengerti, ntah bisa aku maafkan
Lebih jauh lagi kau melangkah dan itu membuatku terluka
Semoga bukan ini tujuan kita dan bukan ini mimpi kita

Melihatmu disudut mataku membuatku jauh dari kata harap
Dan membuatmu bahagia itulah anganku
Tak mungkin aku paksakan menjadikanmu bagian dari jiwaku
Tak dapat ku penuhi semua inginmu
Semoga itu akan menjadi caramu,
Caramu untuk mendapatkan rasa dihatimu.

Bahagiamu bukan karenaku dan dukamu tak hilang karenaku
Disaat semua burung berkicau dipagi yang indah ini
Kau masih terlelap dengan angan dan mimpimu
Yang mungkin meninggalkanmu di ujung kotamu
Tak membawamu ke sudut dunia lain yang kau inginkan
Kau tak perlu tahu caranya berjuang
Bila semua angan itu sudah menjadi nyata bagimu

Kau hanya butuh terlelap untuk melanjutkan mimpi
Mimpi yang menjadi alasan untuk orang tak dapat masuk
Ke duniamu yang terasa fana dan berbeda.
Di ujung mimpimu nanti berceritalah pada kawanmu
Agar semua tak terasa hambar dengan kedatanganmu ke dunia ini


Disaat kau berlalu dari hadapanku kau membuat semua terbangun dan aku disini tak lagi berharap dengan kedatanganmu yang tak pernah menjadi bahagia bila kau tetap disini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar