Sesaat
lalu masih seperti dentungan jam berbunyi.
Sesaat
lalu kau masih tersenyum ramah padaku,
Disaat
semakin jauh aku menyelami sudut hatimu semakin kau jauhi semua yang aku
tunjukkan padamu.
Secukup
itu pula rasa dihatimu mau menerima
Ntah
itu dapat aku mengerti, ntah bisa aku maafkan
Lebih
jauh lagi kau melangkah dan itu membuatku terluka
Semoga
bukan ini tujuan kita dan bukan ini mimpi kita
Melihatmu
disudut mataku membuatku jauh dari kata harap
Dan
membuatmu bahagia itulah anganku
Tak
mungkin aku paksakan menjadikanmu bagian dari jiwaku
Tak
dapat ku penuhi semua inginmu
Semoga
itu akan menjadi caramu,
Caramu
untuk mendapatkan rasa dihatimu.
Bahagiamu
bukan karenaku dan dukamu tak hilang karenaku
Disaat
semua burung berkicau dipagi yang indah ini
Kau
masih terlelap dengan angan dan mimpimu
Yang
mungkin meninggalkanmu di ujung kotamu
Tak
membawamu ke sudut dunia lain yang kau inginkan
Kau
tak perlu tahu caranya berjuang
Bila
semua angan itu sudah menjadi nyata bagimu
Kau
hanya butuh terlelap untuk melanjutkan mimpi
Mimpi
yang menjadi alasan untuk orang tak dapat masuk
Ke
duniamu yang terasa fana dan berbeda.
Di
ujung mimpimu nanti berceritalah pada kawanmu
Agar
semua tak terasa hambar dengan kedatanganmu ke dunia ini
Disaat
kau berlalu dari hadapanku kau membuat semua terbangun dan aku disini tak lagi
berharap dengan kedatanganmu yang tak pernah menjadi bahagia bila kau tetap
disini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar