Sabtu, 09 Agustus 2014

Hanya Diri Sendiri

sejak lahir sebenarnya kita sendiri, meski ramai orang berteriak bahagia dan menangis haru tapi pada hakikatnya kita sendiri terlahir dan tak mengetahui apa2 tentang dunia ini lalu ada yang namanya rumah dan orangtua yang mengenalkan kita pada diri sendiri, lingkungan sekitar dan semua gejala2 yang menurut mereka harus kita ketahui hingga akhirnya kita bertumbuh dan berbicara lalu menanyakan banyak hal tentang apa saja yang ingin kita ketahui dan apa yang kita saksikan semuanya diberitahu dan kita diajarkan nilai2 moral serta semua sifat baik yang di inginkan semua orangtua serta bekal menuju kehidupan dewasa yang bertanggung jawab kelaknya. lalu menjadi remaja yang labil ketika kita mengenal cinta mungkin untuk pertama kalinya dan membawa cinta sebagai pertanyaan baru dan mungkin banyak dari kita menjadikan cinta pegangan untuk mencintai sesama, keluarga, sahabat, saudara2 atau yang lainnya maka ketika kalian mengenal cinta jadikan pegangan untuk menciptakan perdamaian dan kasih sayang yang lebih baik di hidupmu agar kau tahu rasanya dunia yang bersinar meski kau hidup di tempat yang kacau sekalipun namun cinta selalu bisa menyelamatkan banyak jiwa karenamu.
meski dibekali banyak sekali kebaikan namun ketika orangtua kurang kuat menjaga perbekalan itu maka jangan salahkan anak2 ketika ia menyimpang dan melupakan bekal kebaikan yang pernah diberi bukan salah mereka pada akhirnya rapuh atau lupa pada semua kebaikan yang diajarkan karena semakin bertumbuh seorang anak maka semakin banyak ia mencontoh daripada mendengarkan orangtuanya dan disini menjadi orangtua bukan hanya bertanggung jawab untuk melahirkan dan merawat hingga dewasa namun mengondisikan lingkungan dan keadaan sekitar agar ia sadar sebagai manusia kita tidak pernah bisa menghindari sesuatu yang buruk terjadi akibat sikap yang kita perbuat dan lagi2 orangtua tugasnya belum sepenuhnya berakhir dan tak bisa dilepaskan bila ternyata perilaku sang anak (dan tentu kita semua adalah seorang anak bagi orang tua kita) belum lagi kuat untuk menyikapi dunia luar yang jauh lebih keras dan sangat berbahaya jika ia tanpa bimbingan.
saya punya pengalaman tentang banyak teman yang akhirnya menikah muda bahkan menurut saya terlalu muda untuk memutuskan menikah, lalu setelah punya anak mereka memiliki dan bertanggung jawab pada dunia seorang manusia baru yang tidak tahu apa2, lalu kita sebagai orang yg hidup lebih dulu tentu berharap banyak yang terbaik akan ia jalankan kelak agar tidak seperti hidup kita dan terkadang orang tua memaksakan kehendaknya pada anaknya tapi untuk berharap suatu perubahan yang baik sudahkah kita melakukan hal yang lebih baik dan siapkah sebenarnya kita berperan sebagai orangtua yang akan menjadi contoh bagi seorang anak dan menjadi pedoman dia menuju dunianya? terkadang aku ingin menikah, namun menikah bukan untuk kesenangan semata namun tersimpan tanggung jawab baru disana untuk menjadikan diri lebih baik dan menjadi teladan bagi generasi yang kita lahirkan seperti apa bangsa ini kedepannya bukan tentang sukses dan kaya tapi bagaimana kita bisa menjadi generasi penerus yang santun dan bertanggung jawab serta berdedikasi tinggi terhadap apapun pekerjaan yang dilakukan lalu bersiaplah untuk melahirkan generasi berikutnya yang akan menyempurnakan tugasnya sebagai hamba allah yang bertakwa dan memiliki cinta kepada sesama manusia terutama sikap peduli kepada orang2 yang tertindas, bukan pribadi yang menghamba kepada dunia dan menjadi pribadi yang keras untuk mendapatkan semua yang di inginkannya semata :) :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar